Kata Orang Project

Color Correction

Color Correction adalah proses menyesuaikan warna dalam sebuah foto atau video agar tampak alami, seimbang, dan mendekati kenyataan. Tujuan utamanya adalah membuat hasil akhir visual memiliki white balance, exposure, dan tone yang konsisten, terutama jika diambil dari beberapa kamera, lokasi, atau pencahayaan berbeda.

  • Color Temperature
    • Color temperature adalah sebuah ukuran yang menentukan kandungan fisik dari sebuah cahaya. Biasanya, color temperature diukur dalam satuan Kelvin (K). Pelajari selengkapnya disini
  • White Balance / WB
    • White balance adalah istilah dalam fotografi untuk kalibrasi titik berwarna putih dan menyeimbangkan color temperature atau temperatur warna dalam fotografi.

Proses ini menghilangkan color casts atau warna tidak sesuai dari sebuah objek foto dalam gambar yang diambil dikarenakan color temperature yang kurang seimbang.

Sehingga, objek di dalam foto akan terlihat dengan komposisi warna seperti aslinya setelah diberikan proses ini.

Proses ini lahir karena lensa kamera tidak bisa beradaptasi dengan cahaya seperti mata manusia.

Sehingga, apabila sebuah objek terkena cahaya dengan temperatur warna yang hangat seperti lampu pijar, maka akan terlihat oranye atau kekuningan di dalam foto.

Begitupun apabila objek foto tidak memiliki asupan cahaya dengan temperatur warna yang cukup, maka hasilnya akan menjadi lebih gelap. 

Tujuan Utama Color Correction

  1. Menormalkan Warna
    Memastikan warna putih terlihat putih, bukan kebiruan atau kekuningan. Hal ini disebut white balancing.

  2. Menyesuaikan Pencahayaan
    Jika gambar terlalu gelap atau terlalu terang, maka dilakukan exposure adjustment agar semua bagian terlihat proporsional.

  3. Menghilangkan Warna Tak Wajar
    Kadang kamera merekam warna yang tidak sesuai kenyataan karena pengaruh pencahayaan atau profil kamera. Correction membantu menetralkannya.

Di setiap kamera biasanya sudah terdapat fitur yang disebut White Balance. Fitur ini otomatis mengatur keseimbangan warna putih sesuai suasana diluar. Berikut penjelasan lengkapnya.

Pengertian White balance, fungsi dan cara pengatur

Menurut bahasa white balance artinya adalah keseimbangan warna. Lalu kenapa kita harus mengatur white balance pada kamera? Hal ini karena keseimbangan warna yang ditangkap oleh kamera selalu berubah-ubah sesuai dengan temperatur warna yang dihasilkan oleh cahaya yang menimpa objek.
Jadi jangan heran apabila sewaktu-waktu gambar yang kita ambil terlihat agak membiru, atau sewaktu-waktu gambar kita terlihat agak memerah. Jadi, fungsi dari pengaturan white balance pada kamera adalah untuk mengmbalikan warna asli dari gambar yang kita ambil. Atau bisa juga untuk mendapatkan keseimbangan warna yang tepat yang sesuai dengan mood gambar yang dinginkan oleh si fotografer.
 
Ada beberapa pengaturan white balance dipilih berdasarkan kondisi sumber cahaya yang kemudian disimbolkan dengan mode, diantaranya:
 
 
  1. Autowhite balance Di preset ini, kamera akan secara otomatis menebak WB berdasarkan cahaya sekeliling dan penggunaan flash.
  2. Daylight Mode ini digunakan ketika sedang shooting outdoor dengan sinar matahari sebagai sumber cahaya pada objek. Memiliki pengaturan white balance yang relatif netral dibandingkan mode lainnya.
  3. Cloudy Ideal digunakan ketika shooting di luar ruangan yang agak gelap. Temperatur warna white balanceinilebih hangat dibandingkan mode daylight.
  4. Shade Memberikan warna yang lebih hangat dibandingkan mode cloudy dengan menambahkan warna oranye pada hasil foto. Bagus digunakan ketika sunset.
  5. Tungsten mode Hanya gunakan mode ini di ruangan dengan lampu pijar. Jika tidak, hasil gambar akan menjadi kebiruan.
  6. Fluorescent Jika kamu sedang shooting dalam ruangan dengan lampu pendar, gunakan mode ini. Apabila gambar terlihat terlalu hijau, kamu juga bisa menggunakan mode ini.
  7. Flash Digunakan ketika menggunakan flash kamera. Memberikan temperatur warna hangat.
  8. Custom setting ini memungkinkan kamu untuk mengatur WB dalam satuan Kelvin, mulai dari 2.500-10.000 K. Di mana, 2.500 K akan memberi warna yang paling dingin sementara 10.000 K yang paling hangat.

 

Pengaturan Color Corection

  • Hue

Warna dalam gambar dengan sepanjang rentang roda warna. Mengatur hue artinya adalah mengubah warna dalam gambar.

  • Tint

Tint adalah pengaturan warna hijau dalam gambar. Terkadang gambar memiliki warna hijau yang dominan dapat menggangu white balance, dikarenakan kamera lebih peka terhadap warna hijau atau green cast, makanya harus di atur sedemikian rupa. warna magenta ada karena kebalikan dari warna hijau. Mengatur tint artinya membuat gambar yang terlihat kehijau-hijauan menghilang atau menambah.

  • Brigtness

Brightness mengatur tingkat terang tampilan gambar secara visual, biasanya dengan menonjolkan area midtone tanpa memperhitungkan distribusi cahaya sebenarnya.
Penggunaan brightness berlebihan dapat membuat warna terlihat pudar, flat, atau tidak natural.

  • Exposure

Exposure mengatur jumlah cahaya keseluruhan pada gambar dengan menaikkan atau menurunkan seluruh rentang tonal (shadow, midtone, hingga highlight) secara seimbang.
Pengaturan exposure memengaruhi energi cahaya asli sehingga warna dan detail tetap terlihat natural.

  • Contrast

“Contrast” (Kontras) adalah menunjukkan perbedaan gelap dan terang dalam sebuah foto. Jika anda menetapkan kontras yang tinggi, area yang cerah akan terlihat lebih cerah, sedangkan area yang gelap akan terlihat lebih gelap. Sehingga foto anda akan terlihat “menonjol” dan terlihat lebih tajam

  • Highlight

Highlight mengatur area terang yang masih memiliki detail dan warna. Pengaturan ini digunakan untuk mengendalikan silau, menjaga tekstur pada bagian terang, serta mencegah warna menjadi pudar atau rusak akibat cahaya berlebih.

  • Shadow

Shadow mengatur area gelap yang masih memiliki detail. Pengaturan ini digunakan untuk membuka atau menutup bagian gelap tanpa memengaruhi area paling hitam, sehingga tekstur dan informasi tetap terjaga.

  • White

White mengatur batas putih paling terang dalam gambar, yaitu titik di mana detail mulai hilang. Pengaturan white berfungsi mengendalikan warna putih pada gambar, mengatur white dapat menurunkan putih berlebih dalam histogram ke batas yang ditentukan.

  • Black

Black mengatur titik hitam paling gelap dalam gambar, yaitu batas di mana detail benar-benar hilang. mengatur black sama seperti white hanya saja untuk warna hitam.

  • Texture

Texture mengatur detail halus pada permukaan objek tanpa banyak memengaruhi kontras besar. Pengaturan ini menonjolkan atau melembutkan tekstur kecil seperti pori kulit, kain, kayu, atau dedaunan, sambil menjaga bentuk dan warna tetap natural.

  • Clarity

Calrity adalah fitur yang dapat digunakan untuk mengatur mid-tones, dan meningkatkan ketajaman tampilan gambar. fitur ini cocok digunakan untuk foto-foto bangunan, untuk memberikan kesan tajam

Perbedaan texture dan clarity
 
Meskipun dapat menghasilkan hasil yang serupa di beberapa gambar, kedua fitur ini melakukannya dengan cara yang berbeda.
Clarity, secara umum, jauh lebih tumpul dan memengaruhi keseluruhan warna dan saturasi gambar, sehingga dapat dengan mudah digeser terlalu jauh sedangkan texture lebih halus.
  • Saturation / kejenuhan

Saturation adalah Intensitas warna atau sebuah kemurnian dari warna. Saturation sederhananya adalah kepekatan warna / lemah kuatnya sebuah warna

  • Vibrance / Getaran

Vibrance befungsi hanya untuk menaikkan/menurunkan yang dirasa kurang saja. Jika sebuah warna dirasa cukup ter-saturasi, maka fitur vibrance ini akan mengabaikannya. Namun jika warna kurang ter-saturasi, maka fitur vibrance ini akan otomatis menambahkan intensitasnya.

Vibrance sangat berguna saat saya mengedit headshots, karena meningkatkan rona kulit tanpa memengaruhi keseimbangan warna pemandangan secara keseluruhan. Ada situasi di real estat fotografi, seperti memamerkan lansekap luar ruangan atau interior berwarna cerah, di mana penerapan vibrasi dapat membuat perbedaan visual yang signifikan.

Perbedaan saturation dan vibrance
Vibrance cenderung hanya menampilkan nada kusam atau redup, membuatnya meletup tanpa memengaruhi warna cerah. Ini sangat berguna untuk mempertahankan tampilan alami dalam warna kulit, yang diinginkan di real estat fotografi.
Di sisi lain, saturasi meningkatkan intensitas warna di seluruh gambar, membuat setiap rona terlihat lebih hidup. Namun, hal ini terkadang dapat menghasilkan pemandangan yang tampak artifisial, yang mungkin tidak cocok untuk interior atau eksterior fotografi.
 
 

Konsep Warna

Apa Fungsinya

Kapan Harus Dilakukan?

Vibrance

Mengintensifkan warna yang diredam secara selektif

Tingkatkan warna, tampilkan detail, pertahankan warna kulit

Saturation/Kejenuhan

Meningkatkan intensitas warna

Ciptakan warna yang hidup, buat efek warna yang menarik

Sebenarnya ada beberapa alat lagi yang bisa digunakan, supaya lebih paham coba pakai tool berikut untuk mengetahui perbedaan setiap fungsinya 

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x