Kata Orang Project

Color Theory

Teori Warna adalah pedoman yang biasanya desainer gunakan sebagai dasar memilih kombinasi warna desain terbaik. Sebenarnya ada beberapa teori dari para ahli dalam pembagian warna, ada teori Sir Issac newton, teori Munsell, dan teori Brewster.

 

Teori Warna Sir Isaac Newton (1704)

Sir Isaac Newton adalah ilmuwan pertama yang membuktikan bahwa cahaya putih terdiri dari spektrum warna. Ia melakukan percobaan dengan prisma, dan menemukan bahwa ketika cahaya putih dilewatkan melalui prisma, ia terurai menjadi tujuh warna: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu (warna-warna pelangi).

Teori Warna Albert Munsell (1905)

Albert H. Munsell adalah seorang pelukis dan profesor asal Amerika Serikat yang mengembangkan sistem warna berbasis persepsi manusia terhadap warna, bukan hanya secara ilmiah.

Munsell membagi warna menjadi tiga dimensi utama:

  1. Hue (Rona): Jenis warna seperti merah, biru, hijau.

  2. Value (Nilai Terang-Gelap): Terang atau gelapnya suatu warna.

  3. Chroma (Kejenuhan): Seberapa cerah atau kusam warna tersebut.

Munsell menyusun sistem warnanya dalam bentuk diagram tiga dimensi (pohon warna) yang lebih akurat merepresentasikan bagaimana manusia melihat warna.

Teori Warna David Brewster (1854)

David Brewster adalah ilmuwan Skotlandia yang mengembangkan teori warna berdasarkan campuran pigmen warna, bukan cahaya. Ia menyusun roda warna artistik yang populer di kalangan pelukis dan desainer.

Dalam teorinya, Brewster menyatakan bahwa:

  • Warna Primer: Merah, Kuning, Biru
    ➝ Tidak bisa dihasilkan dari warna lain.

  • Warna Sekunder: Campuran dua warna primer (misalnya biru + kuning = hijau).

  • Warna Tersier: Campuran primer dan sekunder yang berdekatan di roda warna.

Teori Brewster lebih banyak digunakan untuk penggunaan warna dalam seni lukis dan desain berbasis pigmen (cat, tinta, dan cetak).

 

 

Dan disini kita akan menggunakan teori Brewster. Teori Brewster adalah konsep yang mengelompokkan warna menjadi empat kategori, yaitu:

 

Warna Primer

Warna primer adalah warna dasar yang membentuk warna-warna lain. Karena bersifat murni, warna primer tidak diciptakan dari kombinasi warna apapun. Justru, warna primer menjadi bahan dasar untuk menciptakan warna-warna baru. 

 

Warne Sekunder

Warna sekunder adalah warna yang

berasal dari kombinasi dua warna primer. Misalnya,

campuran warna merah dan kuning menghasilkan

 oranye.

 

Warna Tersier

Warna tersier adalah warna yang dihasilkan

dari kombinasi warna primer dan warna sekunder.

Merah campur ungu, misalnya, menghasilkan magenta.

 

Warna Netral

Warna netral merupakan warna penyeimbang untuk membantu warna lain agar terlihat lebih fokus. Ada dua jenis warna netral: monokromatik dan earth tone

  • Monokromatik adalah warna hitam dan putih. Warna ini biasanya digunakan untuk penyeimbang warna lain. Bisa dibilang warna lain akan cocok jika disandingkan dengan warna monokrom.
  • Earth tone adalah warna netral yang sering ditemukan di alam, seperti tanah, batu, pasir, kayu, dan dedaunan kering. Warna-warna ini biasanya bersifat hangat, kusam, dan memiliki saturasi yang tidak terlalu mencolok. Warna ini sering cocok jika dikombinasikan dengan warna lain karena keberadaan warna ini yang sering kita temui berkombinasi di alam, seperti batang dan daun dalam pohon.
Pemahaman tentang teori warna merupakan dasar penting bagi setiap desainer grafis. Melalui teori warna, kita belajar bagaimana warna terbentuk, berinteraksi, dan memengaruhi persepsi visual serta emosi audiens. Oleh karena itu, menguasai teori warna bukan sekadar untuk memperindah tampilan, tetapi untuk mengomunikasikan ide secara visual dengan lebih efektif dan profesional.
 
 
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x