Kata Orang Project

Segitiga Exposure : Kunci Dasar Fotografi

Pengertian Segitiga Exposure

Segitiga eksposure adalah kombinasi tiga elemen utama dalam fotografi yang mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke kamera dan memengaruhi hasil foto. Ketiga elemen tersebut adalah Aperture, Shutter Speed, dan ISO. Bayangkan segitiga ini seperti tiga sisi yang saling mempengaruhi satu sama lain. Jika kamu mengubah satu sisi, dua sisi lainnya akan ikut terdampak—dan hasil akhirnya adalah terang-gelap serta karakter gambar yang kamu dapatkan.

Aperture – Bukaan Lensa/Diafragma

Aperture diukur dalam f-number seperti f/1.8, f/2.8, f/8, dan seterusnya. Semakin kecil angkanya, semakin besar bukaan lensa, dan semakin banyak cahaya yang masuk.

Sederhananya :

  • Mengatur seberapa besar bukaan lensa untuk memasukkan cahaya.
  • Diukur dalam f-stop (contoh: f/2.8, f/5.6, f/16).
  • Efek:
    • Bukaan besar (angka kecil, seperti f/1.8): lebih banyak cahaya, latar belakang blur (bokeh).
    • Bukaan kecil (angka besar, seperti f/16): lebih sedikit cahaya, seluruh gambar lebih tajam (depth of field besar/tidak ada blur di belakang objek).

Shutter Speed (Lamanya Cahaya Masuk)

Shutter speed menentukan berapa lama sensor kamera “melihat” cahaya. Semakin lama cahaya masuk semakin terang, sebaliknya semakin cepat semakin gelap. Namun semakin cepat cahaya masuk semakin jelas juga gambar yang didapat. Jika kalian ingin memotret objek yang bergerak cepat bisa memper besar shutter speednya dengan angka seperti 1/1000, 1/500, 1/100.

Sederhananya : 

  • Mengatur durasi sensor terpapar cahaya.
  • Diukur dalam detik atau fraksi detik (contoh: 1/1000, 1/60, 10s). cara baca 1/1000 = dalam 1 detik menangkap gambar 1000 kali
  • Efek:
    • Shutter speed cepat (contoh: 1/1000): membekukan gerakan. cahaya yang masuk semakin sedikit/gelap
    • Shutter speed lambat (contoh: 1/10): menangkap gerakan (motion blur), membutuhkan tripod untuk stabilitas. Cahaya yang masuk semakin bannyak/terang.

ISO (Sensitivitas Sensor)

ISO menunjukkan seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya. Namun, perlu diingat bahwa hasil ISO tinggi sangat bergantung pada jenis kamera. Pada kamera profesional atau full-frame, ISO tinggi masih bisa menghasilkan gambar tajam dengan noise yang minimal. Sedangkan pada kamera smartphone atau kamera dengan sensor kecil, ISO tinggi biasanya menghasilkan lebih banyak noise dan detail yang hilang.

Sederhananya :

  • Mengatur seberapa sensitif sensor kamera terhadap cahaya.
  • Diukur dalam angka (contoh: ISO 100, 400, 3200).
  • Efek:
    • ISO rendah (contoh: ISO 100): kualitas gambar lebih bersih, Gambar menjadi gelap
    • ISO tinggi (contoh: ISO 3200): lebih sensitif terhadap cahaya, tetapi dapat menimbulkan noise (butiran). Gambar menjadi terang

Ketiga elemen ini harus seimbang untuk mendapatkan foto yang tepat jangan sampai foto kalian :

  • Overexposed (terlalu terang): terlalu banyak cahaya masuk.
  • Underexposed (terlalu gelap): terlalu sedikit cahaya masuk

Manfaatkan ketiga elmen itu seusai kebutuhan contoh :

Memotret Benda Bergerak Cepat – Utamakan Shutter Speed

Memotret di Malam Hari – Utamakan ISO dan Aperture

Ingin Efek Bokeh (Latar Belakang Blur) – Utamakan Aperture

Latihan

Latih bagaimaan mengkominasikan ketiga elemen itu disini

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x