Segitiga eksposure adalah kombinasi tiga elemen utama dalam fotografi yang mengontrol jumlah cahaya yang masuk ke kamera dan memengaruhi hasil foto. Ketiga elemen tersebut adalah Aperture, Shutter Speed, dan ISO. Bayangkan segitiga ini seperti tiga sisi yang saling mempengaruhi satu sama lain. Jika kamu mengubah satu sisi, dua sisi lainnya akan ikut terdampak—dan hasil akhirnya adalah terang-gelap serta karakter gambar yang kamu dapatkan.
Aperture diukur dalam f-number seperti f/1.8, f/2.8, f/8, dan seterusnya. Semakin kecil angkanya, semakin besar bukaan lensa, dan semakin banyak cahaya yang masuk.
Sederhananya :

Shutter speed menentukan berapa lama sensor kamera “melihat” cahaya. Semakin lama cahaya masuk semakin terang, sebaliknya semakin cepat semakin gelap. Namun semakin cepat cahaya masuk semakin jelas juga gambar yang didapat. Jika kalian ingin memotret objek yang bergerak cepat bisa memper besar shutter speednya dengan angka seperti 1/1000, 1/500, 1/100.
Sederhananya :

ISO menunjukkan seberapa peka sensor kamera terhadap cahaya. Namun, perlu diingat bahwa hasil ISO tinggi sangat bergantung pada jenis kamera. Pada kamera profesional atau full-frame, ISO tinggi masih bisa menghasilkan gambar tajam dengan noise yang minimal. Sedangkan pada kamera smartphone atau kamera dengan sensor kecil, ISO tinggi biasanya menghasilkan lebih banyak noise dan detail yang hilang.
Sederhananya :

Ketiga elemen ini harus seimbang untuk mendapatkan foto yang tepat jangan sampai foto kalian :
Manfaatkan ketiga elmen itu seusai kebutuhan contoh :
Memotret Benda Bergerak Cepat – Utamakan Shutter Speed
Memotret di Malam Hari – Utamakan ISO dan Aperture
Ingin Efek Bokeh (Latar Belakang Blur) – Utamakan Aperture
Latih bagaimaan mengkominasikan ketiga elemen itu disini