Dalam setiap aplikasi desain grafis, baik berbasis vektor maupun bitmap, terdapat sejumlah alat dasar yang hampir selalu tersedia dan berperan penting dalam membentuk tampilan visual suatu objek. Alat-alat ini membantu desainer mengatur tampilan elemen desain agar lebih menarik, indah, dan sesuai kebutuhan.
Berikut beberapa tools yang umum ditemukan di softwere atau aplikasi editing manapun :
Fill Tool adalah alat dalam aplikasi desain grafis yang digunakan untuk memberikan warna isi (fill) pada suatu objek atau area tertutup.

Dalam berbagai aplikasi seperti CorelDRAW, Adobe Illustrator, Inkscape, maupun Photoshop, fill tool memiliki berbagai variasi, seperti:
Uniform Fill (warna solid)
Gradient Fill (transisi dua atau lebih warna)
Pattern Fill (isian berupa pola berulang)
Texture Fill (isian berupa tekstur gambar)
Fill Tool juga biasanya dilengkapi dengan Color Picker, yaitu pemilih warna yang bisa diakses dari palet warna atau melalui kode warna (misalnya RGB, CMYK, atau HEX). Selain memberi warna, fill juga bisa diatur tingkat transparansi atau efek tambahan lainnya untuk menciptakan suasana visual tertentu.
Transparency Tool adalah alat dalam aplikasi desain grafis yang digunakan untuk mengatur tingkat keterlihatan (transparansi) suatu objek, sehingga objek tersebut tampak sebagian atau sepenuhnya tembus pandang.

Dalam beberapa aplikasi desain, alat ini memiliki nama berbeda. Misalnya di CorelDRAW disebut Transparency Tool, sedangkan di Adobe Illustrator, Photoshop, Figma, atau Canva, fitur serupa biasanya disebut Opacity. Meskipun namanya berbeda, fungsinya tetap sama: mengatur seberapa kuat atau samar sebuah objek ditampilkan. Pengaturannya menggunakan nilai persentase, di mana 0% berarti sepenuhnya transparan, dan 100% berarti sepenuhnya terlihat (tidak transparan).
Shadow Tool adalah alat dalam aplikasi desain grafis yang digunakan untuk menambahkan bayangan (shadow) pada objek, teks, atau gambar. Bayangan berfungsi untuk memberikan efek kedalaman (depth), dimensi, dan kesan realistis pada elemen desain, sehingga terlihat lebih hidup dan tidak datar.

Di berbagai aplikasi, efek ini bisa memiliki istilah atau fitur berbeda:
Di CorelDRAW disebut Drop Shadow Tool.
Di Adobe Illustrator dan Photoshop, efek ini bisa ditemukan di menu Effects > Stylize > Drop Shadow.
Di Figma dan Canva, fitur ini sering disebut langsung sebagai Shadow atau Drop Shadow di panel efek.
Shadow Tool biasanya memiliki pengaturan berikut:
Opacity (transparansi bayangan) – mengatur seberapa jelas atau samar bayangan terlihat.
Offset (jarak) – mengatur seberapa jauh bayangan dari objek.
Angle (sudut cahaya) – menentukan arah datangnya bayangan.
Blur (kabur/lembut) – membuat tepi bayangan menjadi halus atau tajam.
Color (warna bayangan) – memungkinkan penggunaan warna selain hitam, sesuai kebutuhan estetika.
Eyedropper Tool adalah alat dalam aplikasi desain grafis yang digunakan untuk mengambil atau menyalin warna dari suatu objek atau gambar, lalu menerapkannya ke objek lain. Alat ini sangat membantu desainer dalam menciptakan konsistensi warna dan mempercepat proses pewarnaan tanpa harus menebak-nebak nilai warna secara manual.
Eyedropper Tool biasanya berbentuk ikon pipet, dan tersedia di hampir semua aplikasi desain, seperti:
CorelDRAW – Eyedropper Tool untuk mengambil warna dan Paintbucket Tool untuk menerapkannya.
Adobe Illustrator / Photoshop – Eyedropper Tool (shortcut: I).
Inkscape, Figma, dan Canva – biasanya disebut Eyedropper juga, dan langsung aktif saat memilih warna.
Eyedropper dapat mengambil:
Warna Fill (warna isian objek).
Warna Outline / Stroke (warna garis tepi).
Dalam beberapa aplikasi juga bisa mengambil gradasi, tekstur, bahkan efek transparansi (tergantung fitur software-nya).
Setiap aplikasi desain grafis, baik itu CorelDRAW, Adobe Illustrator, Photoshop, Inkscape, Figma, maupun software lainnya, memiliki tampilan dan fitur yang mungkin berbeda-beda. Namun, ada sejumlah tools umum seperti Fill, Outline, Shadow, Transparency, Gradient, hingga Eyedropper, yang hampir selalu ada dan sangat penting dikuasai. Masing-masing alat tersebut memiliki peran besar dalam memperkuat tampilan visual dan memperindah karya desain.
Keindahan karya desain tidak ditentukan oleh banyaknya tools yang kamu gunakan, tetapi dari bagaimana kamu mampu memainkan dan memaksimalkan fungsi dari tools yang ada. Kreativitas tidak bergantung pada kecanggihan software, melainkan pada cara berpikir dan kepekaan visualmu dalam mengolah elemen desain. Maka dari itu, teruslah eksplorasi, berlatih, dan jadikan tools ini sebagai bekal utama untuk menciptakan karya yang bernilai dan memikat.